Perkembangan Penanaman Modal


Keberhasilan pertumbuhan Ekonomi Sumatera Barat, tidak dapat dipisahkan dari meningkatnya investasi. Investasi merupakan kunci penentu laju pertumbuhan ekonomi, karena disamping akan mendorong kenaikan output secara signifikan, juga secara otomatis akan meningkatkan permintaan input, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat sebagai konsekuensi dari meningkatnya pendapatan yang diterima masyarakat.

Selama tahun 2011, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Sumatera Barat mencatat realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 2.3 triliun, naik 305,37 persen dibanding total investasi tahun 2010 yang hanya  mencapai Rp. 567.444,68 milyar.

Realisasi investasi di Sumatera Barat menunjukkan perkembangan yang sangat baik.  Ini memperlihatkan perbaikan iklim dan pelayanan investasi serta langkah-langkah kebijakan yang diambil telah membuahkan hasil dengan diberikannya penghargaan Regional Champion oleh BKPM RI kepada Provinsi Sumatera Barat sebagai salah satu Provinsi terbaik bidang Penanaman Modal tahun 2011.

Sepanjang tahun 2011 realisasi penanaman modal asing (PMA) mencapai  US $ 65.457 juta, setara Rp. 621,841 milyar, atau  naik 267,57  persen dibanding realisasi PMA tahun 2010 sebesar US $ 17.8 juta. Sedangkan PMDN mencapai Rp 1,678 triliun, tumbuh 321,42 persen dibanding realisasi PMDN tahun 2010 yang tumbuh sebesar Rp 398,269 milyar.

Berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi PMDN terbesar didominasi Sektor Pertanian senilai Rp. 763.661,48 milyar dengan konstribusi pada sub sektor Perkebunan senilai Rp. 746.395,97 milyar dan  sub sektor Peternakan Rp. 17.265,51 milyar), disusul industri Pengolahan (Rp. 587.855,24 milyar), Pertambangan dan Penggalian (Rp. 195 milyar), Perdagangan, Hotel dan Restoran (Rp 131.867,08 milyar).

Sedangkan  realisasi PMA   berdasarkan   sektor   terbesar   adalah  Industri  Pengolahan  ( 30.955 juta dolar AS ), di susul sektor Pertambangan  dan   Penggalian ( 22.919,86 juta  dolar AS) , Perdagangan,   Hotel  dan  Restoran             ( 657,64 ribu dolar AS ), Pertanian dengan sub sektor Perkebunan (9,634 ribu dolar), serta sektor Jasa      ( 1,291 ribu dolar AS).

Dilihat dari daerah tujuan investasi tahun 2011, Kabupaten Sijunjung masih merupakan tujuan investasi PMDN yang paling diminati oleh investor dengan nilai  Rp. 685.302,47 juta, diikuti Kabupaten Dharmasraya Rp. 346.941,04 juta, Kabupaten Solok Selatan Rp. 241.104,23 juta. Sedangkan tujuan untuk investasi PMA, Kabupaten Dharmasraya  masih merupakan tujuan investasi terbesar dengan nilai 30.935 ribu dolar AS, disusul Kabupaten Pesisir Selatan  9.080 ribu dolar AS dan Kota Padang sebesar 7.553 ribu dollar AS.

Adapun 4 (empat) besar sektor/bidang yang diminati oleh PMDN dan prosentasenya terhadap total realisasi adalah sektor Pertanian dengan prosentase 45,49 persen, industri pengolahan dengan prosentase 35,02 persen , pertambangan dan penggalian dengan prosentase 11,6 persen, serta perdagangan, hotel dan restoran dengan prosentase 7,85 persen terhadap total . Sedangkan untuk PMA lima besar sektor /bidang yang diminati beserta prosentasenya terhadap total yaitu sektor industri pengolahan dengan prosentase 47,29 persen ; pertambangan dan penggalian 35,01 persen,  perdagangan, hotel dan restoran dengan prosentase 1 persen serta pertanian dan jasa dengan masing prosentase 0,01 persen dan 0,001 persen dari total realisasi.

Dari  sisi  negara   asal investor,  Negara  China  dan  Hongkong  merupakan   yang    tertinggi  senilai 46.138,43 ribu   dolar   AS,   diikuti oleh negara Malaysia    2.538 ribu dolar AS dan Australia sebesar 1.055 ribu dolar AS di urutan ke tiga.

Secara akumulasi, nilai investasi Sumatera Barat mencapai angka Rp. 4.918. 714 milyar. Realisasi ini terutama disumbangkan oleh Kabupaten Kota sebesar Rp. 2.618.489 milyar dan PMA/PMDN Rp. 2.300.225. Dari Rp. 2.618.489 milyar realisasi kabupaten kota tersebut, Rp. 946.655.280.172 disumbangkan oleh Kota Padang, diikuti Kota Payakumbuh sebesar Rp. 326.082.292.898 di urutan ke dua dan Kabupaten Pasaman Barat sebesar Rp. 168.417.405.631 di urutan ke tiga.

 Tabel  : II.1

Jumlah Proyek, Nilai Investasi dan Tenaga Kerja tahun 2011

Uraian

Izin Prinsip

Realisasi

Realisasi Investasi Daerah

Proyek

Rp. (Milyar)

TK (orang)

Proyek

Rp. (Milyar)

TK (orang)

Izin Usaha

Rp. (milyar))

TK (orang)

PMA

34

716,728

1.648

21

621,841

382

-

-

-

PMDN

9

1,385,478

562

23

1,678.384

880

-

-

-

Investasi Daerah

P2T/PM Kab/Kota

-

-

-

-

-

-

8.759

2.618.489

5.500

Total

43

2.102.206

2.210

44

2.300.225

1.262

8.759

2.618.489

5.500

Catt : 1 US $ = Rp. 9.500

Tabel : II.2

Perkembangan Persetujuan Proyek dan Tenaga Kerja Tahun 2007 – 2011

Tahun

Proyek yang disetujui

Tenaga Kerja

PMDN (Rp. juta)

PMA (US $ ribu)

Indonesia

Asing

2007

2.667.814,87

153.489,55

36.072

3

2008

732.089,78

208.461.63

3.676

2

2009

647.680,83

23.315,39

2.426

-

2010

1.015.621,00

27.780,08

4.139

7

2011

1.076.440,52

79.695,11

2.308

13

 Tabel : II.3

Perkembangan Realisasi Proyek dan Tenaga Kerja Tahun 2007 – 2011

Tahun

Realisasi

Tenaga Kerja

PMDN (Rp. juta)

PMA ($ ribu)

Indonesia

Asing

2007

58.511,10

7.026,76

397

22

2008

608.917,89

20.626,32

1.114

9

2009

761.617,90

20.994,00

1.129

17

2010

398.269,06

17.807,96

1.763

49

2011

1.678.000

65.457,00

1.262

29

Tabel : II.4

Tabel Persetujuan PMA dan PMDN Tahun 2011

No.

Persetujuan

Jumlah Proyek

Investasi

1.

Baru

34

1.708.146.032.061

2.

Perluasan

7

85.550.500.000

Tabel : II.5

Bidang Usaha Yang Diminati PMA Tahun 2011 Berdasarkan IP

Bidang Usaha / Sektor

Jumlah Proyek

Investasi ( Juta US $ )

Tenaga Kerja (orang)

Industri Pengolahan

4

30.955,00

48

Pertambangan dan Penggalian

5

22.919,86

122

Perdagangan, Hotel dan Restoran

4

657,64

44

Pertanian

3

9,634

146

Jasa

5

1,291

22

Tabel : II.6

Bidang Usaha Yang Diminati PMDN Tahun 2011 Berdasarkan IP

Bidang Usaha / Sektor

Jumlah Proyek

Investasi (Milyar Rp)

Tenaga Kerja (orang)

Pertanian

11

763.661,48

208

industri Pengolahan

9

587.855,24

240

Pertambangan dan Penggalian

2

195.000,00

320

Perdagangan Hotel dan Restoran

1

131.867,08

112

Tabel :  II.7

Realisasi Investasi Daerah Kabupaten / Kota tahun 2011

No.

Kabupaten / Kota

Jumlah Unit Usaha

Investasi (Rp)

Tenaga Kerja (orang)

Kabupaten

1.

Pesisir Selatan

632

158.237.500.000

1.603

2.

Sijunjung

23

48.755.828.820

368

3.

Agam

62

27.474.870.000

-

4.

Pasaman Barat

994

168.417.405.631

-

5.

Pasaman

1.015

151.309.651.665

584

6.

Lima Puluh Kota

53

118.874.592.077

-

7.

Tanah Datar

-

-

-

8.

Dharmasraya

2.117

-

-

9.

Solok

-

149.651.993.635

-

10.

Solok Selatan

189

56.823.000.000

-

11.

Padang Pariaman

265

94.111.693.450

-

12.

Kepulauan Mentawai

76

28.011.087.250

-

Kota

1.

Pariaman

154

63.264.420.000

140

2.

Padang

2242

946.655.280.172

-

3.

Solok

-

149.651.993.635

-

4.

Bukittinggi

634

131.167.598.045

-

5.

Payakumbuh

303

326.082.292.898

2.805

6.

Sawahlunto

-

-

-

7.

Padang Panjang

-

-

-